Langsung ke konten utama

Gaji Telah Tiba, Langkah Ini Harus Kalian Lakukan!

Flaying News - Ketika Gaji tiba, biasanya seseorang sudah memikirkan alokasi Gaji tersebut.
Namun sayangnya, ada orang yang tidak sadar ketika Gaji tiba tak ayal Gaji itu justru langsung habis tak tersisa. Lalu bagaimana sih sebenarnya agar uang gajian kita tak habis sebelum waktunya, kuy disimak.
Alokasikan  5% Gaji untuk Investasi
Tiap Gaji tiba, alokasi 5% Gaji untuk Investasi. Kamu bisa memilih emas, reksa dana, saham dan sebagainya. Di jangka panjang, Investasi bisa memberi imbal hasil di atas inflasi.
Alokasikan 5% untuk Dana Darurat
Dana Darurat punya fungsi penting bila ada hal mendadak. Karenanya, langsung potong 5% Gaji untuk mengisi Dana Darurat.
Buat Daftar Pengeluaran
Meski kecil, tiap pengeluaran harus kamu catat. Langkah ini terbukti efektif menekan pengeluaran dibanding tidak mencatat. Beberapa aplikasi gratis di ponsel pintar juga bisa kamu gunakan untuk membantu.
Bila kamu masih merasa kesulitan melakukannya, buat pos pengeluaran sederhana dengan amplop untuk cicilan, tagihan wajib (air, listrik, telepon), makan, transportasi, hiburan dan akhir pekan serta sedekah dan sosial.
Bayar Pengeluaran Gaya Hidup secara Tunai
Melakukan pembayaran secara tunai terbukti ampuh membuat seseorang lebih hemat. Hal ini karena secara psikologis kamu merasa lebih dekat dengan uang tunai. Ada rasa bersalah tiap kali mengeluarkan uang dalam jumlah banyak.
Namun, bila hal ini dirasa merepotkan, gunakan saja kartu debet.

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misbakhun : Tidak ada kata menyerah untuk Mereka yang ingin sekali Menjatuhkan saya

Mukhammad Misbakhun  yang namanya menjadi perbincangan orang banyak karena akibat kasus  Misbakhun korupsi  kini mulai angkat suara perihal putusan majelis hakim. Misbakhun  merasa putusan majelis hakim selama setahun pidana penjara merupakan buah cibiran untuk lawan politiknya yang ingin dirinya terjerat  kasus Misbakhun . "Nafsu mereka untuk menghukum saya tidak berhenti," kata  Mukhamad Misbakhun . Misbakhun  juga menjelaskan, adanya tuduhan  Misbakhun korupsi  seperti yang divoniskan kepadanya hari itu adalah sebuah pasal yang tidak ada dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). "Tuntutan saya adalah Pasal 49 ayat (1) UU Perbankan. Kenapa hakim memvonis dengan Pasal 263 KUHP," ujarnya. Ia juga menambahkan, putusan majelis hakim terkesan mengada-ngada. Dalam pertimbangannya, hakim mengakui ini adalah masalah perjanjian yang merupakan obyek keperdataan. Namun kemudian, putusan atas  kasus Misbakhun  ini justr...

Hamdi : Misbakhun terlalu Vokal Pada Kasus Century

Terciumnya aroma 'kriminalisasi' atas  kasus Misbakhun  dirasakan saat ia dibebaskan dari kesalahannya dalam putusan Mahkamah Agung (MA).  Peninjauan Kembali (PK) terkait kasus L/C ( letter of credit ) fiktif perusahaan milik  Mukhamad Misbakhun  di Bank Century yang dikabulkan oleh MA diduga sebagai kriminalisasi hukum oleh penguasa terhadap anggota DPR itu. "Logika bahwa  Misbakhun  telah dikriminalisasi oleh penguasa menjadi masuk akal. Sebab, dengan fakta hukum PK bebas murni di MA, dia bisa bilang bahwa proses hukum yang menimpanya itu merupakan kriminalisasi melalui rekayasa hukum," kata pakar psikologi politik UI, Hamdi Muluk. Misbakhun  sendiri sebelumnya menuding rezim penguasa saat itu telah ikut campur tangan dalam penanganan perkara yang menimpanya di Bareskrim Polri. Misbakhun  dalam akun twitternya mengatakan bahwa " Putusan bebas murni tingkat PK untuk saya jadi bukti bahwa SBY melakukan kriminalisasi huku...

Dalam Sindikat Pembobolan Bank BCA, Pelaku Berhasil Dibekek Oleh Satuan Polda Metro Jaya

Flaying News -  Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menangkap tiga tersangka yang tergabung dalam sindikat pembobolan bank melalui virtual account. Sindikat yang sudah beraksi selama 5 tahun ini berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. "Pengungkapan kasus pembobolan kartu kredit dengan virtual account yang dilakukan kelompok ini didasari dari laporan polisi yang masuk bulan Desember 2019 dan Januari 2020. Perlu saya sampaikan, ini ada tiga tersangka," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Ketiga tersangka itu berinisial F, G dan HB merupakan kelompok yang berasal dari Palembang. Mereka beraksi sejak tahun 2015 hingga saat ini dan berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta. "Terkait para pelaku pembobol perbankan ini, menurut keterangan mereka beraksi sejak tahun 2015," kata Nana.  Cara mereka melakukan aksinya cukup cerdas, sebab mereka menunggu ...