Langsung ke konten utama

Bisakah Penyakit Demam Berdarah Dengue Hilang di Indonesia?

Flaying News - Indonesia merupakan negara yang berada di garis katulistiwauntuk itu Indonesia masuk kedalam negara tropis, berbicara berkembangbiaknya nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) negara tropis sangat rentan dengan hal tersebut.
Tetapi, apakah penyakit DBD bisa hilang dari Indonesia dengan negara Tropis? 
"Bicara Indonesia tanpa DBD itu susah, gamungkin hilang, sepanjang masih ada nyamuknya, walapun sudah dilakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) tetap pasti ada, PSN sendiri kan gak memberantas nyamuk 100 persen,"ucap Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpPark, Kepada AkuratHealth di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu(13/2). 
Untuk menghilangkan DBD sebetulnya bukan suatu hal yang mustahil, perlu proses dan kerjasama dari semua lembaga dan masyarakat sendiri. Sebab negara Kuba yang dahulu banyak kasus DBD kini sudah tak ada lagi. 
"Kuba itu luar biasa, mereka memberikan kurikulum tentang DBD sejak anak dari TK, jadi pemahaman sudah dikasih sejak dini disana itu dengan cara mewarnai nyamuk bagi anak-anaknya," lanjutnya. 
Jadi, dengan Indonesia berada di daerah dengan iklim yang tropis, menghilangkan DBD dari Indonesia memangmerupakan suatu hal yang sulit. Karena perlu ada kerjasama dan diberikan pemahaman kepada anak sejak dini untuk pengetahuan bahaya DBD. 

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misbakhun : Tidak ada kata menyerah untuk Mereka yang ingin sekali Menjatuhkan saya

Mukhammad Misbakhun  yang namanya menjadi perbincangan orang banyak karena akibat kasus  Misbakhun korupsi  kini mulai angkat suara perihal putusan majelis hakim. Misbakhun  merasa putusan majelis hakim selama setahun pidana penjara merupakan buah cibiran untuk lawan politiknya yang ingin dirinya terjerat  kasus Misbakhun . "Nafsu mereka untuk menghukum saya tidak berhenti," kata  Mukhamad Misbakhun . Misbakhun  juga menjelaskan, adanya tuduhan  Misbakhun korupsi  seperti yang divoniskan kepadanya hari itu adalah sebuah pasal yang tidak ada dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). "Tuntutan saya adalah Pasal 49 ayat (1) UU Perbankan. Kenapa hakim memvonis dengan Pasal 263 KUHP," ujarnya. Ia juga menambahkan, putusan majelis hakim terkesan mengada-ngada. Dalam pertimbangannya, hakim mengakui ini adalah masalah perjanjian yang merupakan obyek keperdataan. Namun kemudian, putusan atas  kasus Misbakhun  ini justr...

Hamdi : Misbakhun terlalu Vokal Pada Kasus Century

Terciumnya aroma 'kriminalisasi' atas  kasus Misbakhun  dirasakan saat ia dibebaskan dari kesalahannya dalam putusan Mahkamah Agung (MA).  Peninjauan Kembali (PK) terkait kasus L/C ( letter of credit ) fiktif perusahaan milik  Mukhamad Misbakhun  di Bank Century yang dikabulkan oleh MA diduga sebagai kriminalisasi hukum oleh penguasa terhadap anggota DPR itu. "Logika bahwa  Misbakhun  telah dikriminalisasi oleh penguasa menjadi masuk akal. Sebab, dengan fakta hukum PK bebas murni di MA, dia bisa bilang bahwa proses hukum yang menimpanya itu merupakan kriminalisasi melalui rekayasa hukum," kata pakar psikologi politik UI, Hamdi Muluk. Misbakhun  sendiri sebelumnya menuding rezim penguasa saat itu telah ikut campur tangan dalam penanganan perkara yang menimpanya di Bareskrim Polri. Misbakhun  dalam akun twitternya mengatakan bahwa " Putusan bebas murni tingkat PK untuk saya jadi bukti bahwa SBY melakukan kriminalisasi huku...

Dalam Sindikat Pembobolan Bank BCA, Pelaku Berhasil Dibekek Oleh Satuan Polda Metro Jaya

Flaying News -  Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menangkap tiga tersangka yang tergabung dalam sindikat pembobolan bank melalui virtual account. Sindikat yang sudah beraksi selama 5 tahun ini berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. "Pengungkapan kasus pembobolan kartu kredit dengan virtual account yang dilakukan kelompok ini didasari dari laporan polisi yang masuk bulan Desember 2019 dan Januari 2020. Perlu saya sampaikan, ini ada tiga tersangka," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Ketiga tersangka itu berinisial F, G dan HB merupakan kelompok yang berasal dari Palembang. Mereka beraksi sejak tahun 2015 hingga saat ini dan berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta. "Terkait para pelaku pembobol perbankan ini, menurut keterangan mereka beraksi sejak tahun 2015," kata Nana.  Cara mereka melakukan aksinya cukup cerdas, sebab mereka menunggu ...